Category «FILM»

Rilis 24 Mei 2019, Film ‘ALADDIN’ Bikin Penasaran dan Tuai Hujatan

Kesuksesan tiga film animasi lawas mereka kembali dihidupkan lewat live-action sepertinya membuat Disney percaya diri. Sebut saja CINDERELLA, MALEFICENT (Sleeping Beauty) dan terakhir BEAUTY AND THE BEAST yang berhasil menguasai box office bisa membuat petinggi Disney tersenyum lebar.

 

Kini untuk rencana jangka panjang, Disney pun siap mereinkarnasi karya-karya lawas mereka dan yang paling baru masuk gerbong live-action adalah Aladdin. Mengusung jadwal rilis 24 Mei 2019, Disney pun mengumumkan pemeran Aladdin, puteri Jasmine dan Genie si jin biru nan lucu dalam film arahan Guy Ritchie itu.

 

Sosok Aladdin dan Jasmine Justru Banjir Hujatan

 

Sebagai salah satu karya klasik terbaik Disney, Aladdin memang sudah memiliki basis fans yang luar biasa kuat secara global. Saat Disney mengungkapkan rencana meremake Aladdin, tentunya publik memiliki dambaan tersendiri kepada aktor dan aktris yang bakal memerankan si pencuri Agrabah yang baik, Aladdin, dan puteri Jasmine yang cantik jelita itu.

 

Nama-nama aktor dewa poker tampan berwajah Timur Tengah seperti Riz Ahmed atau Dev Patel yang populer sebagai Jamal dalam film SLUMDOG MILLIONAIRE awalnya disodorkan fans untuk berperan jadi majikan Genie. Namun ternyata Disney justru memilih aktor Kanada kelahiran Mesir, Mena Massoud sebagai Aladdin. Disney menyebutkan kalau Massoud berhasil memenangkan posisi Aladdin setelah lolos audisi dan menyingkirkan 2.000-an pemeran.

 

Dianggap belum memiliki filmografi mumpuni dan bukan sosok terkenal, Massoud bertekad tampil sebaik mungkin sebagai Aladdin. Yang unik, rupanya terjunnya Massoud ke dunia akting terinspirasi oleh mendiang Robin Williams, aktor yang mengisi suara untuk sosok Genie dalam film animasi ALADDIN.

 

Bukan hanya Massoud saja yang dikritik, pemeran Jasmine pun tak luput dari hujatan. Usai audisi selama berbulan-bulan, Ritchie akhirnya menunjuk aktris cantik asal Inggris berdarah India, Naomi Scott, sebagai Jasmine. Scott sendiri terakhir kali diketahui berperan sebagai Kimberly si ranger pink dalam film terbaru POWER RANGERS yang rilis beberapa bulan lalu.

 

Hujatan dari fans sendiri muncul karena anggapan jika Disney tidak sensitif dalam hal latar belakang seorang aktris. Di mana karena ALADDIN begitu kental dengan unsur budaya Arab, seharusnya Disney memilih aktor dan aktris dengan asal-usul mirip.

 

Lebih Penasaran ke Jafar dan Genie

 

Genie si jin biru memang disuarakan sangat apik oleh Williams. Untuk itu demi menghidupkan kembali sosok jin yang bisa mengabulkan permintaan Aladdin ini, Disney tampaknya tak mau main-main. Hingga akhirnya terpilihlah aktor senior Will Smith untuk menyulihkan suaranya pada Genie. Pemasangan Smith sebagai Genie dianggap sebagai pilihan tepat karena Smith adalah salah satu aktor Hollywood yang mampu tampil begitu serius dan konyol sesuai peran.

 

Melengkapi tiga pemeran utama, aktor Tunisia-Belanda yakni Marwan Kenzari pun mengisi bangku Jafar. Pemeran si penyihir jahat yang menyukai Jasmine ini justru malah lebih membuat publik penasaran. Kenapa begitu? Karena banyak yang berpendapat jika Kenzari terlalu tampan untuk menjadi Jafar. Bahkan tak sedikit yang berpendapat bakal menonton ALADDIN karena sosok Jafar, bukan si Aladdin.

 

Akan seperti bagaimana kelanjutan live-action ALADDIN ini? Sepertinya pro-kontra bakal baru bisa terjawab di tahun 2019 mendatang. Sembari menunggu waktu, tak ada salahnya bagi kamu untuk menonton Aladdin versi kartun untuk sekedar nostalgia.

Daddy’s Home 2 Siap Kocok Perut Anda Lagi

Jika Anda belum lupa, ada satu film komedi yang sangat lucu bercerita tentang ayah-ayah yang kocak. Ya, Daddy’s Home. Dan baru saja, Paramount Pictures kembali merilis satu trailer paling baru dari sekeul film tersebut, Daddy’s Home 2. Dalam film ini, masih sama, sosok ayah-ayah kocak akan diperankan oleh Mark Wahlberg dan juga Will Ferrel.

Lanjutan dari Sekuel Pertamanya

Masih sama dengan sekuel pertama dari film ini, dalam Daddy’s Home 2 Will Ferrel masih akan menjadi sesosok ayah tiri yang lugu dan juga baik hati. Dan rivalnya, Mark Wahlberg akan tetap memainkan sosok ayah kandung yang keren dan gaul. Di sini masih menampilkan konfilk kedua ayah tersebut, Brad dan Dusty yang masih bersikeras merebut hati anak-anak mereka. dan dalam sekuel kedua ini, konflik mereka akan semakin panas saja dengan kehadiran dari ayah-ayah mereka yang tak kalah gaul dan nyentrik juga.

Dalam film ini diceritakan dan ditunjukkan memang buah tak jatuh jauh dari pohonnya. Ayah Brad yang diperankan oleh John Lithgow adalah sosok togel singapura yang sangat mirip dengan Brad, sosok yang begitu perhatian dan juga melankolis. Sedangkan ayah Dusty yang dibintangi oleh Mel Gibson juga sama seperti anaknya yang kasar dan macho. Dalam film ini, ada perang antara dua kubu ayah-kakek. Dan puncak dari perang dari ayah-kakek kandung dan ayah-kakek tiri ini adalah saat mereka menyiapkan pesta Natal yang paling berkesan bagi sang anak dan juga cucu. Liburan Natal yang seharusnya menjadi momen menyenangkan dan hangat itu harus berubah menjadi ‘sebuah bencana’ yang amat sangat kacau balau.

Aksi Kocak Will Ferrel dan Mark Wahlberg Selalu Ada Saja

Film komedi yang disutradarai oleh Sean Anders dan juga ditulis dengan apik oleh Brian Burns ini sedang dalam tahap produksi untuk film sekuel keduanya, Daddy’s Home 2. Masih sama seperti sekuel pertamanya, dalam film ini aka nada perang antar ayah yang mana memperebutkan hati anak-anaknya. Dan Mark Wahlberg yang berperan sebagai sosok Dusty serta Will Ferrel yang berperan sebagai sosok Brad ini akan membawa masing-masing dari ayah kandung mereka ke rumah. Namun sayang sekali, alih-alih membawa kedamaian natal, mereka malah membawa petaka dan bencana ke dalam rumah dan ke dalam momen natal yang seharusnya bahagia.

Ada kabar yang beredar bahwa di film Daddy’s Home 2 ini karakter Dusty dan Brad akan saling berdamai. Dan mereka sepertinya bosan dengan keadaan ini termasuk semua permasalahan yang rumit yang mana terjadi di circle kehidupan mereka. dan ada juga sosok John Cena yang mana di sekuel pertama menjadi cameo, akan hadir lagi di Daddy’s Home 2 ini dan berperan sebagai anak kandung dari Dusty.

Seperti di sekuel pertamanya, perselisihan antar ayah-kakek kandung dan tiri ini akan dipenuhi dengan aksi kocak dari keempatnya. Banyak orang yang berharap bahwa Daddy’s Home 2 ini akan mendapatkan rating dan pendapatan yang lebih baik dan lebih besar mengingat jadwal rilisnya akan bersamaan dengan film-film besar lainnya seperti Thor: Ragnarok, Star Wars, Pitch Perfect, dan Justice League.

Daddy’s Home 2 tidak hanya dibintangi oleh aktor-aktor yang sudah disebutkan di atas. Sejumlah artis papan atas juga siap membintangi film tersebut, di antaranya: John Cena, Linda Cardellini, dan juga Alessandra Ambrosio. Film ini rencananya akan tayang di bioskop seluruh dunia mulai tanggal 10 November 2017.

Tubelight Film Pertama Salman Khan Bertema Perang

Sekarang ini, fans film Bollywood semakin bertambah. Apalagi, di stasiun televisi nasional sering kali menayangkan film India dengan cerita yang beragam. Apakah anda salah satu penikmatnya? Tentu anda tidak asing dengan bintang Bollywood ternama, Salman Khan. Ya, Tubelight adalah film pertama yang menceritakan tentang perang bagi Salman Khan. Sutradara film ini adalah Kabir Khan, yang diproduksi oleh Kabir Khan bersama Salman Khan. Pemain yang turut meramaikan Tubelight adalah Shah Rukh Khan, Sohail Khan, Zhu Zhu dan Om Pur.

Tubelight Angkat Unsur Politik

Dalam Tubelight, anda dapat menyaksikan dua aktor kawakan Salman Khan dan Shah Rukh Khan bermain dalam satu film. Meskipun begitu, pemeran utamanya adalah Salman Khan, sedangkan Shah Rukh Khan hanya sebagai cameo saja. Salman akan berperan menjadi Laxman, pria India yang jatuh cinta pada gadis dari China. Pada film inipun akan banyak unsur China, walaupun pengambilan gambar film tetap dilaksanakan di Ladakh.

Genre dari Tubelight adalah drama dan komedi, walaupun demikian, dalam film ini terdapat unsur politik sebagai latar belakangnya. Di film ini, Salman Khan akan bermain bersama adiknya sendiri, Sohail Khan, yang dalam film juga berperan sebagai adiknya. Inti dari film domino qiu qiu ini adalah adik Salman Khan dikabarkan hilang dalam tugas ketika perang sedang melanda.

Salman Khan pun tak tinggal diam, dia berusaha untuk menemukan sang adik dan membawanya kembali. Meskipun cerita Tubelight sangat kental dengan politik, tapi ada pula kisah cinta yang menjadi bumbu penyedapnya. Yaitu menceritakan antara Salman Khan dan Zhu Zhu, salah satu aktris dari China. Tak sampai disitu, ternyata di film ini juga menyajikan adegan komedi yang dapat mengocok perut anda. Sedangkan proses Shooting Tubelight telah selesai pada pertengahan bulan Agustus lalu.

Ketika ditanya mengenai film barunya ini tahun lalu, Kabir Khan mengatakan, “Film tentang isu pribadi. Belum bisa dijelaskan secara rinci saat ini. Tapi bisa dikatakan bahwa filmku selalu berlatar belakang politik, karena emang cerita seperti itu yang membuatku tertarik dan dari situ aku juga menemukan kenyatannya. Sehingga Tubelight juga akan berlatar belakang dunia politik.”

Seperti yang diketahui, Tubelight akan menjadi kolaborasi yang ketiga bagi Kabir Khan dan Salman Khan, setelah film ‘Ek Tha Tiger’ dan ‘Bhajrangi Bhaijaan’.

Saat ditanya mengenai line cerita, apakah akan seperti ‘Bajrangi Bhaijaan’?

“Untuk emosinya iya hampir sama dengan ‘Bajrangi Bhaijaan’. Tetapi untuk ceritanya sangat berbeda. Ini lebih ke humor dan untuk emosinya, kami (aku dan Salman) masih terus menggalinya.”

Menurut bocorannya, film Tubelight akan menceritakan tentang perjalanan Salman Khan dari India ke China untuk memperoleh pencerahan.

 

Sinopsis Tubelight

 

Cerita Tubelight berawal di sebuah kota kecil di India Utara yang indah. Ada Laxman (Salman Khan) yang hidup bersama dengan adik laki-akinya, Bharat (Sohail Khan). Keduanya sudah tidak memiliki keluarga lagi, sehingga mereka menjadi tidak terpisahkan. Kehidupan mereka yang tenang, berganti dengan kekacauan,karena terjadi perang. Bahkan Bharat direkrut menjadi Angkatan Darat. Bharat tak berdaya dan tetap harus meninggalkan Laxman.

Dari berita yang beredar, diketahui kalau daerah perbatasan semakin memburuk, karena ketegangan terus meningkat. Ditambah dengan pembantaian yang terjadi disekitarnya. Laxman pun semakin khawatir akan keadaan adiknya. Kemudian, Laxman memutuskan, kalau dia harus menghentikan konflik yang terjadi dan membawa saudaranya pulang.

Apakah Salman Khan dapat membawa adiknya kembali pulang? Jika anda penasaran dengan kelanjutan kisahnya, anda dapat menyaksikan Tubelight di bioskop kesayangan anda mulai tanggal 23 Juni 2013.

Film Pirates of The Caribbean Mahal Karena Efek Rambut

Rambut Javier Bardem di Pirates of The Caribbean merupakan pengingat mengapa film sangat mahal. Apakah Anda percaya dengan kalimat tersebut? Anda hanya perlu tahu bahwa film Pirates of The Caribbean memiliki karakter tersendiri dari film lainnya. Dunia bajal laut selalu digambarkan dan dikejutkan dengan hal-hal yang luar biasa. Nah, di film terbaru Pirates of The Caribbean, rambut Javier Bardem ternyata telah membuat budget film semakin tinggi. Kenapa?

Rambut Javier Bardem

Ini adalah fakta yang cukup umum bahwa banyak film ternama menghabiskan banyak uang untuk diproduksi. Kita juga tentu tahu mereka memiliki usaha anggaran yang lebih besar, namun terkadang dibutuhkan rincian yang bisa membuat kita menyadari apa saja yang telah membuat film tersebut begitu mahal. Di film terbaru Pirates of The Caribbean, jawabannya ada pada rambut Javier Bardem.

Ya, dalam kasus Pirates of the Caribbean: Dead Men Tell No Tells, proses ekstensif yang masuk ke dalam rambut Javier Bardem adalah hal yang membuat kenapa film tersebut memiliki budget yang sangat besar dan membuat produksi film begitu sangat mahal. Ini karena rambut tersebut memang digambarkan secara apik dan sempurna tanpa kekurangan.

Dikatakan jika butuh banyak efek khusus untuk mendapatkan Javier Bardem yang memerankan karakter Salazar dan krunya agar lebih terlihat seperti berasal dari bawah air. Atmosfir bawah laut seperti yang ditampilkan oleh rambut Bardem, memiliki kesan yang sangat kuat untuk film tersebut, dan Pirates of the Caribbean 5 akhirnya mendapatkan perangkat lunak bernama Furtility yang membantu untuk menciptakan jutaan helai rambut yang bisa bergerak dengan cara yang sangat spesifik.

Perusahaan efek visual MPC juga menghabiskan sejumlah waktu tertentu untuk mengolah kembali hair shots dan untuk memastikan rambut bertabrakan dan berliku secara lambat. Dengan kata lain, prosesnya rumit, mirip dengan bagaimana rambut animasi Merida di film Brave yang juga rumit untuk dibuat. Patrick Ledda MPC mengatakan kepada Indiewire bahwa keseluruhan proses itu sangat rumit dan memakan waktu.

Proses Pembuatan dan Efek Rambut yang Sulit

Rambut seperti di karakter Salazar biasanya dilakukan secara shot-by-shot, harus diciptakan untuk keseluruhan rangkaian dan diperumit oleh kebutuhan untuk konsisten dan terus bergerak. Jadi efek animasi itu bekerja dalam beat atau ritme yang sama dengan performa karakternya. Sehingga evek visual benar-benar dibuat sangat apik di sini.

Jelas bahwa efek visual sangat intensif untuk film ini, dan sangat beruntung bahwa Pirates of the Caribbean 5 adalah film kelima dalam franchise dan bisa mendapatkan anggaran yang dibutuhkan untuk beberapa efek visual yang sangat intensif. Efek akhirnya adalah bahwa rambut Javier Bardem benar-benar terlihat sangat manis di film dewa poker ini, dan benar-benar terlihat seperti seseorang yang telah lama berada di “laut dan tenggelam.”

Pirates of the Caribbean: Dead Men Tell No Tales berakhir dengan anggaran produksi sebesar $ 230 juta dolar. Walau tidak menjadikannya film paling mahal dalam franchise ini, namun masih merupakan anggaran yang lumayan sangat besar. Beruntung, setelah hanya beberapa minggu di bioskop, film ini telah meraup lebih dari $ 500 juta di seluruh dunia dan lebih dari $ 121 juta di Amerika.

Jadi sepertinya uang yang dihabiskan di dalam anggaran sudah benar, termasuk rambut Javier Bardem dimana merupakan uang yang dibelanjakan dengan baik. Jika Anda belum menonton Pirates of the Caribbean: Dead Men Tell No Tales, filmnya saat ini ada di bioskop. Anda juga bisa mencari tahu lebih jauh tentang cerita film tersebut di sini.