Synopsis Film Posesif

Keluarga sebagai  lingkungan terdekat kadang kala juga mengalami guncangan akibat perilaku negatif yang tak disadari oleh orangtua sebagaimana kisah Yudhis yang diperankan oleh Adipati Dolken dan Lala (Putri Marino). Film Posesif faktanya lebih dari sekedar film remaja bertema ringan yang dipenuhi adegan manis dan warna-warni sebagaimana film remaja Judi Poker mainstream lainnya. Penonton bahkan harus bersiap-siap menghadapi kenyataan terburuk pada film sepanjang 102 menit ini. Anda penasaran? Berikut adalah sinopsisnya.

 

Plot cerita film Posesif

Film ini bermula dari perkenalan tak sengaja antara Yudhis dan Lala yang bertemu di kantor guru. Pada saat itu Lala tengah mengerjakan ulangan susulan sementara Yudhis diminta mengambil sepatunya yang disita oleh guru karena berwarna putih. Kedua remaja tersebut dengan cepat saling tertarik dan menjalin hubungan. Lala yang juga atlet renang loncat indah bersanding dengan Yudhis, si anak baru yang mendadak populer karena memiliki paras tampan. Perlu diketahui sebelumnya bahwa profesi Lala sebagai atlet tersebut adalah karena obsesi sang Ayah (Yayu Unru).

 

Di sini penonton masih dapat menyaksikan cinta monyet yang indah dan berbunga-bunga khas remaja antara keduanya. Dimabuk cinta saat berpacaran dengan Yudhis membuat Lala bahkan rela berbohong kepada sang Ayah bahwa ia tengah belajar kelompok walaupun sebenarnya sedang berkencan bersama Yudhis. Hubungan rahasia tersebut tak urung membuat geng Lala yang terdiri dari Ega (Gritte Agatha) dan Rino (Chicco Kurniawan) merasa ada yang berubah pada diri sahabatnya tersebut.

 

Jebakan janji

Sedikit demi sedikit Lala kian tak bisa lepas dari Yudhis bahkan ia rela tak jadi mengikuti seleksi atlet demi bersama pacarnya tersebut. Ayah Lala pun marah besar tapi Lala tak peduli. Kisah mereka tak berhenti sampai di situ karena Yudhis mulai menunjukkan gelagat aneh dengan sikap posesifnya yang tak masuk akal. Pertama ia cemburu kepada Rino, sahabat pria Lala sejak SD, Yudhis seolah tak bisa membiarkan Lala menjalakan aktivitasnya seorang diri. Saat tak bersamanya dengan membabi buta ia mencari Lala dengan menelepon ponselnya atau mengirimkan puluhan pesan. Lala yang sudah telanjur mencintai Yudhis pun mulai merasa tak nyaman, setiap kali selesai berselisih Yudhis akan bersikap jauh berbeda yang merajuk seperti anak kecil untuk mengemis maaf kepada Lala.

 

Kondisi yang terus berulang ini akhirnya membuat Lala tak tahan dan memutuskan Yudhis. Ia bahkan memilih melanjutkan kuliah di Jakarta meninggakan Yudhis yang tetap tinggal di Bandung. Putusnya hubungan percintaan tersebut ternyata tak membuat hidup Lala benar-benar terbebas dari Yudhis. Saat memutuskan untuk berkunjung ke rumah Yudhis, Lala menyaksikan bagaimana mama Yudhis (Cut Mini) memperlakukan putra tunggalnya tersebut dengan begitu posesif. Peristiwa mengejutkan itu membuat Lala jatuh iba dan memutuskan untuk menolong Yudhis. Bagaimana akhir kisah mereka?

 

Review film Posesif

Perjalanan menolong Yudhis sedikit banyak berpengaruh pada perasaan Lala dimana ia mulai merasa bimbang apa yang dimaksud dengan cinta? Apakah serupa loncat indah yang dapat diulang lagi bila gagal demi yang namanya kesetiaan? Bagaimana bila ia hanya tenggelam dalam kesia-siaan? Film ini memang mencoba mengeksplorasi perasaan cinta pada remaja yang seringkali terjadi untuk pertama kalinya. Orang tak bisa begitu saja maklum pada perasaan jatuh cinta yang tak terkendali, intens, dan sangat serius. Secara singkat film Posesif ini memberikan pesan bagi penonton untuk tak begitu saja meremehkan perasaan jatuh cinta.

 

Semoga bisa menjadi referensi acara nonton Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *