Status Media Sosial Yang Berujung Pidana

Mungkin anda sudah sering mendengar, orang terkena pidana karena status media sosial yang ia tulisnya. Di zaman modern seperti saat ini, banyak orang yang menggunakan sosial media. Dari twitter, facebook, instagram dan masih banyak lainnya. mereka menggunakannya untuk curhat atau menulis apapun yang diinginkan. Mulutmu harimaumu, istilah yang membuat kita harus lebih berhati-hati dalam menuliskan atau berkata sesuatu. Berikut ini kasus stasus  media sosial yang berujung pidana.

Menghina Presiden

Ada banyak sekali status media sosial yang memberikan kritikan kepada presiden. Tapi sayangnya banyak orang yang menyalahgunakan menjadi sebuah hinaan. Sedangkan hinaan dan kritikan dua hal yang berbeda. Hinaan tidak ada isinya sama sekali sedangkan krtikan membangun. Pemilik akun facebook bernama syukur muhammad syarief langsung viral  karena menulis sebuah status yang berisikan hinaan kepada presiden joko widodo. Ia menulis kritikan terhadap foto presiden yang berdoa. Ia meragukan tempat itu adalah masjid. Pihak kepolisian langsung menyelidiki status tersebut. masih banyak kasus lain yang menghina presiden dan dipidanakan. Misalnya pada saat presiden memakai baju adat daerah.

Cerita Telah Mutasi Suami

Seorang warga gedongan, bantul, yogyakarta bernama Ervani emi handayani, dilaporkan kepolisian karena menulis status telah mutasi suaminya. Status ini ditulis pada 9 juni 2014. Sebulan kemudian ia dipanggil oleh kepolisian. Setelah dilakukan pemeriksaan, ia ditetapkan sebagai tersangka atas kasus pelanggaran UU ITE dan pencemaran nama baik. ia di tuntut 5 bulan penjara dengan masa percobaannya 10 bulan. Tapi pada bulan januari 2016, ervani dibebaskan. Di duga telah mencemarkan nama baik dari pimpinan jolie jogja jewellery.

Kasus Florence

Kasus status media sosial yang paling viral dan heboh tentunya kasus florence. Bahkan sampai ada bnyak hastag dan demo mengenai kasus ini. Florence sihombing seorang maahsiswa strata 2 universitas gadjah mada (UGM) jogja, langsung viral di dunia maya karena statusnya di path yang terkesan menghina kota jogja. Ini membuat banyak warga jogja merasa marah. Hal ini terjadi karena dia merasa marah dengan pertamina yang ada di kawasan lempuyangan jogja. Ia di tolak untuk mengisi pertamax 95 karena saat itu sedang terjadi kelangkaan subsisi bbm. kejadian ini terjadi pada agustus 2014. Ia pun di vonis dua bulan penjara oleh pengadilan negeri kota yogyakarta. Ia juga didenda 10 juta rupiah.

Kasus Marthabak Telur

Kasus ini baru saja terjadi beberapa waktu yang lalu. Lebih tepatnya pada hari sabtu 15 juli 2017. Ia menulis sebuah status di facebook dengan judul marthabak telor. Ia mengabarkan kalau mamuju sedang berada siaga 1 karena telah ditemukan sebuah korban mutilasi yang bernama martha. Dia menulis kalau fisiknya di potong mnejadi 12 bagian kemudian di masukan ke dalam minyak panas. Tapi diakhir status ia bilang kaalu namanya marthabak telur. Status bercandanya ini ternyata membuat beberapa orang melapor ke kepolisian karena dianggap telah terjadi mutilasi.

Akibat Di Tilang Polisi

Seorang gadis harus berhubungan dengan kepolisian karena statusnya di sosial media. Ia merasa marah dengan pihak kepolisian togel online yang pada saat itu menilangnya. Statusnya langsung mendapat banyak komentar dari para netizen. Walaupun sudah dihapus tapi banyak orang yang menscreenshootnya. Padahal dia ditangkap karena tidak memakai helm pada saat berkendara. Kasusnya pun sedang di selidiki lebih lanjut.

Dari semua kasus status media sosial berujung pidana ini, membuat kita harus lebih berhati-hati dalam menuliskan status di media sosial. Apalagi saat ini sudah ada UU ITE.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *